Prosesi pernikahan purna praja adalah salah satu “ritual” sebagai penghormatan bagi purna praja yang akan melangkahkan kaki ke jenjang pelaminan. Ritual prosesi Dharma Asta Brata biasanya dilakukan oleh Unit Kegiatan Praja (UKP) Pasukan Inti (PASTI), namun tidak jarang praja yang tidak tergabung dalam PASTI di minta tolong oleh purna praja untuk menggelar prosesi ini.
Pasti IPDN Kampus Sumatera Barat kali ini mendapat dua kali kesempatan untuk menyelenggarakan Prosesi Pernikahan dalam waktu yang berdekatan. Pasangan Niko (Purna Praja Angkatan 17) dan Qory, wanita asal Payakumbuh adalah pasangan pertama yang meminta regu PASTI IPDN Sumatera Barat untuk menggelar prosesi yang bertempat di Gedung Olah Raga Payakumbuh, Rabu (08/02).
Selain dihadiri oleh kerabat dan purna praja, pernikahan ini juga dihadiri oleh walikota Payakumbuh, Drs. AKBP. SYAMSUL BAHRI yang sekaligus bertindak sebagai pemimpin prosesi. Rangkaian acara ini dimulai pada pukul 11.00 WIB dengan Prosesi Dharma Asta Brata sebagai pembukanya.
Kali ini pasangan Andre Afandi, S.Stp (purna praja Angkatan 17) dan Crisye Okrila, Amd.RM wanita asal Pasaman yang meminta PASTI untuk menggelar acara serupa. Acara prosesi di gelar di Aula Pemda Kabupaten Pasaman Barat. Drs.H. Baharuddin R, MM selaku wakil bupati Kabupaten Pasaman Barat bertindak sebagai pemimpin jalannya Prosesi pernikahan.
Artikel by : dodoL
Foto by : ayobangkit!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar